Belajar Dari Kecelakaan Hebat Anak Usia 13 Tahun

15 09 2013

Minggu ini media nasional diramaikan dengan berita kecelakaan hebat yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka berat. Dan ternyata sumber dari kecelakaan ini adalah anak berusia 13 tahun yaitu Dul, putra pentolan band Dewa 19, Ahmad Dhani.

Tanpa mengurangi simpati kepada para korban, apa yang bisa kita ambil pelajaran dari kasus kecelakaan tersebut?

1. Kurangnya pengawasan orangtua 

Musisi terkenal dan hebat, bisa dipastikan jadwal Ahmad Dhani super sibuk. Dengan berbagai kesibukan tersebut, waktu untuk keluarga semakin berkurang apalagi sang ibu Maia sudah berpisah.

Dengan kondisi diatas, bukan tidak mungkin sang anak merasakan waktu bermain yang sangat longgar. Bahkan pulang larut malam pun gak masalah (jam 24 masih dalam perjalanan pulang ke rumah). Padahal dengan usia seperti itu, dia harusnya ada dirumah bahkan sudah tidur malam.

Dari kasus ini, kita bisa belajar untuk meluangkan waktu buat keluarga khususnya anak-anak, beri mereka perhatian dan pengawasan yang cukup bagi mereka untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab.

2. Fasilitas berlebihan 

Ini faktor utama dari kecelakaan tersebut, dengan usia yang seharusnya belum diijinkan untuk membawa mobil namun karena fasilitas yang diberikan orangtua, sang anak pun memanfaatkannya.

Dari kasus ini kita belajar untuk memberikan fasilitas terbaik untuk anak anak, tapi sesuaikan dengan kebutuhan dan usia mereka. Jangan sampai fasilitas yang kita berikan malah menjadi bumerang buat kita.

Semoga kita bisa mengambil banyak hikmah dari kasus ini demi keluarga dan anak anak kita.





Kenapa memilih sekolah di TK Permata Wiyung

25 03 2013

Dibawah ini beberapa alasan bagi orang tua yang akan mendaftarkan anak-anaknya memilih Taman Kanak-Kanak.

  1. Gedung baru (kelas ber-AC) yang lebih nyaman akan beroperasi secepat mungkin. Saat ini progress pembangunan sekitar 65% dan diperkirakan akan selesai di bulan mei 2013. Mohon doa restunya agar pembangunan selesai tepat waktu dan lancar.
  2. 4 Guru kelas berpengalaman, sebagian sudah sertifikasi dan sebagian lagi segera mengikuti sertifikasi. 5 Guru ekstra untuk Agama Islam, Komputer, Melukis, Menari dan Abacus (sempoa) adalah profesional dibidangnya masing – masing.
  3. Lokasi sangat mudah dijangkau karena terletak di pinggir jalan raya Wiyung Surabaya (di samping barat masuk DLLAJR Wiyung).
  4. Biaya pendidikan terjangkau oleh masyarakat umum. Dengan total biaya pendaftaran sebesar 980 ribu, sudah meliputi uang pangkal, SPP bulan Juli 2013, buku paket, alat tulis selama 1 tahun, dan 4 setel seragam.
  5. Kami menyediakan Multimedia/Digital Report berupa dokumentasi dan foto kegiatan yang telah dilakukan anak-anak. Masa kanak-kanak adalah sejarah paling menyenangkan dan paling dikenang dalam sejarah anak manusia. Kami berusaha merekam semua kegiatan anak-anak, jika mereka sudah besar dan menjadi dewasa, mereka telah memiliki rekaman sejarah paling menyenangkan yang setiap saat bisa dibuka dan diputar kembali.
  6. Kami “berteman” dengan Teknologi. Anak-anak kami perkenalkan dengan teknologi komputer sejak awal masuk kelas TK A. Kami selalu membagikan/update berbagai macam informasi melalui Social Media seperti Facebook, Twitter, Blog dan Foursquare.
  7. Anak-anak anda adalah anak kami, mereka adalah “Permata” yang harus selalu ditemani, dibimbing, diarahkan dan didukung untuk menjadi generasi muda yang lebih baik.
  8. Usia kami baru 4 tahun dan kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki dan terus meningkatkan kualitas berbagai macam fasilitas pendidikan. Kami selalu membuka diri untuk menerima segala macam saran, ide, kritik positif dan terus berubah untuk menjadi lebih baik. Salah satunya adalah dengan mengedarkan kuesioner di akhir Tahun Pelajaran untuk memberikan kebebasan wali murid menilai kinerja kami dalam setahun terakhir.

 





Ayah Ibu, lihatlah aku…

30 09 2012

Ayah/ibu, jangan risau apa yang belum bisa aku lakukan, lihatlah apa yang sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku
Ayah/ibu, aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria
Ayah/ibu, aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa
Ayah/ibu, aku memang kurang mengerti matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa dan aku senang sekali mendoakan yg terbaik untuk ayah ibu
Baca entri selengkapnya »